8 Maret 2011

Sekilas tentang Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network)


Jaringan Saraf Tiruan (JST) atau Artificial Neural Network (ANN), atau juga disebut Simulated Neural Network (SNN), atau umumnya hanya disebut Neural Network (NN), adalah jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan jaringan saraf manusia. JST merupakan sistem adaptif yang dapat merubah strukturnya untuk memecahkan masalah berdasarkan informasi eksternal maupun internal yang mengalir melalui jaringan tersebut. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_saraf_tiruan)

Jaringan saraf tiruan diperkenalkan secara sederhana pada tahun 1943 oleh McCulloch dan Pitts. Pada saat itu McCulloch dan Pitts melalui beberapa komputasi menggunakan neuron-neuron sederhana dapat mengubahnya menjadi sebuah sistem baru (disebut sistem neural) yang mempunya kemampuan komputasi yang lebih baik. Selain itu McCulloch dan Pitts juga mengusulkan pemberian bobot dalam jaringan yang dapat diatur untuk melakukan fungsi logika sederhana. Beliau-beliau ini menggunakan semacam fungsi aktivasi threshold.

Pada tahun 1958, Rosenblatt beserta Minsky dan Papert mulai mengembangkan model jaringan yang disebut dengan perceptron. Dalam model ini mereka mencoba untuk mengoptimalkan hasil iterasinya. Kemudian pada tahun 1960 Widrow dan Hoff mengembangkan model perceptron ini dengan memperkenalkan aturan pelatihan jaringan yang disebut aturan delta (sering juga disebut kuadrat rata-rata terkecil). Aturan tersebut akan mengubah bobot perceptron apabila keluaran yang dihasilkan tidak lagi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal inilah yang menyebabkan komputer dapat “belajar” dengan sendirinya. Kecepatan belajar dapat diatur dengan menggunakan parameter tertentu.

Perkembangan selanjutnya dibuat oleh Rumelhart (1986) dengan mencoba mengembangkan sistem layar tunggal (single layer) pada perceptron menjadi sistem layar jamak (multilayers), yang kemudian disebut dengan sistem backpropagation. Setelah itu, muncul beberapa model jaringan saraf tiruan lain yang dikembangkan oleh Kohonen (1972), Hopfield (1982), dan lain-lain.

Sistem jaringan saraf tiruan merupakan analogi yang berkaitan erat dengan proses berpikir dalam otak manusia. Sesungguhnya jaringan saraf tiruan merupakan pembentukan generalisasi model matematika dengan menggunakan beberapa asumsi, diantaranya:
·        - Sistem proses informasi terjadi pada banyak elemen sederhana (neuron).
·         -Sinyal yang dikirimkan di antara neuron-neuron melalui penghubung-penghubung (sinapsis).
·        - Penghubung antarneuron memiliki bobot yang akan memperkuat atau memperlemah sinyal.

·         Untuk menentukan output (target), setiap neuron menggunakan fungsi aktivasi (biasanya bukan merupakan fungsi linear) yang dikenakan pada jumlahan input yang diterima. Besarnya output akan dibandingkan (learning process) dengan suatu batas ambang (threshold).
Dengan demikian, dari asumsi-asumsi tersebut jaringan saraf tiruan ditentukan oleh 3 hal yang paling mendasar:

1.      Pola hubungan antarneuron (arsitektur jaringan),
2.      Metode untuk menentukan bobot penghubung (learning atau training method), dan
3.      Fungsi aktivasi.
Hingga saat ini jaringan saraf tiruan telah memiliki beberapa aplikasi yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Aplikasi yang sering digunakan antara lain:

·         Pengenalan pola (pattern recognition)
      Jaringan saraf tiruan dapat dipakai untuk mengenali beberapa pola seperti huruf, angka, suara, bahkan tanda tangan. Hal ini sangat mirip dengan otak manusia yang mampu mengenali seseorang, tentu saja yang pernah berkenalan dengan kita.
·         Pengolahan sinyal (signal processing)
      Jaringan saraf tiruan (terutama model ADALINE (adaptive linear newton)) dapat digunakan untuk menekan derau (noise) dalam saluran telepon.
·         Peramalan (forecasting)
      Jaringan saraf tiruan juga dapat dipakai untuk meramalkan apa yang terjadi di masa depan berdasarkan pola yang terbentuk di masa lampau. Hal ini dapat dilakukan karena kemampuan jaringan saraf tiruan untuk mengingat dan membuat generalisasi dari apa yang sudah ada sebelumnya.

Maaf ^^

Udah lama sekali ga nulis di blog ini, maaf buat yang udah pada comment dan ga sempat di bales. penulis sangat kesibukan akhir ini. insyaallah segera bisa ngeblog lagi.
thanks

26 Februari 2010

Instalasi Java Development Kit (JDK) di Windows 7


1. Download installer JDK di http://java.sun.com/javase/downloads/widget/jdk6.jsp . Jangan lupa perhatikan di OS mana anda akan menginstal ( misal java untuk 64bit tidak akan jalan di OS 32bit, dsb)

2. Eksekusi file installer yang telah didownload.(file ini sebenarnya hanya downloader dan terlebih dahulu akan mendownload JDK)

3. Jalankan instalasi dengan seperti biasa hingga selesai. (klik Next hingga Finish).

4. Setelah proses instalasi selesai, ubah path dengan cara : klik kanan My Computer -> Properties -> Advanced System Setings.

5. Setelah muncul window baru, klik Environment Variables.

6. Kemudian pada System Variables, pilih "Path" pada kolom variable -> klik Edit.

7. Tambahkan path sbb:
 ;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_18\bin\ 
pada Variable Value tanpa menghapus path yang ada dan jangan lupa tambahkan tanda ; sebelum menambahkan path. (path tergantung lokasi javac.exe berada)

8. Kemudian klik OK. Penambahan path selesai.

9. Save semua pekerjaan, Restart komputer.

10. Untuk mengecek, jalankan Command Prompt dan ketikkan javac. Jika berhasil akan muncul seperti ini:

Sekilas Sejarah Pemrogramman Java



Java mulai dirilis pada tahun 1990 sebagai bahasa program yang disebut Oak, Kemudian Sun MycroSystem mendirikan kelompok kerja yang terdiri atas para programmer handal untuk membuat produk baru dan memperluas pasar Sun. Oak didesain pertama kali untuk personal digital assistance yang disebut *7 yang akan dipasarkan Sun dengan fasilitas Graphical User Interface.
Ternyata *7 tidak pernah dipasarkan dan secara kebetulan Sun membentuk suatu perusahaan yang disebut Firstperson untuk mengembangkan *7 dalam bentuk TV set-top boxes untuk televisi interaktif. Karena persaingan yang begitu ketat akhirnya prospek TV interaktif menurun dan akhirnya Oak tidak laku di pasaran. Akan tetapi semenjak FirstPerson dan Oak mengalami kegagalan bermunculanlah para perintis internet khususnya World Wide Web seperti Netscape yang mulai membuat software yang memungkinkan terjadinya koneksi antara Internet dengan WWW. Sun akhirnya menyadari bahwa Oak memiliki kemungkinan besar untuk membuat jalur akses ke dunia Web. Tidak lama kemudian Oak diluncurkan di Internet dengan nama baru, yaitu Java.
Sekarang ini Java masih dalam taraf pengembangan dan sudah mulai mempengaruhi arah pemrogaman komputer dan internet. Bahasa pemrograman Java dirilis secara gratis di internet dan Sun memberikan lisensi penuh terhadap implementasi Java dan segala komponennya untuk digunakan di berbagai vendor software Internet dengan harapan supaya dapat menciptakan standard bagi pemrograman web.

25 Februari 2010

Windows XP Mode di dalam Windows 7 (XPM): Atasi Masalah Kompatibilitas Software


Windows XP Mode (XPM) adalah salah satu fitur baru yang terdapat pada Windows 7. XPM ini merupakan salah satu solusi Microsoft untuk masalah kompatibilitas Software dimana dengan menggunakan XPM ini maka pengguna masih dapat menjalankan aplikasi-aplikasi lamanya pada Windows 7.

XPM ini bekerja dengan memanfaatkan teknologi virtualisasi dengan bantuan Windows Virtual PC. Windows Virtual PC ini sendiri merupakan pengembangan lebih lanjut dari Virtual PC 2007 yang telah berumur cukup lama dari sejak dirilis.

Lalu apa keuntungannya bagi pengguna untuk menggunakan XPM dan Windows Virtual PC ini dibandingkan dengan menggunakan program virtualisasi lainnya seperti VMware misalnya ?
Keuntungan utamanya adalah apa yang dinamakan dengan Seamless Applications, yaitu pengguna dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang terdapat dalam XPM langsung dari desktop Windows 7, seolah-olah aplikasi tersebut memang diinstall pada Windows 7 itu sendiri.

Keuntungan lainnya adalah kemudahan dalam berbagi resources. Resources yang terdapat pada Windows 7 dapat dengan mudah diakses dari XPM, dan demikian juga sebaliknya. Resources yang dimaksud disini adalah folder, perangkat USB, clipboard hingga printer.

Namun sayangnya disaat Windows 7 direncanakan untuk “ramah” terhadap spesifikasi hardware, fitur yang sangat menarik ini tampaknya malah tidak dapat dinikmati semua pengguna, hal ini dikarenakan fitur XPM ini membutuhkan processor yang sudah mendukung fitur virtualisasi secara hardware yang notabene belum terdapat pada processor-processor terdahulu. Adapun kebutuhan system selengkapnya untuk menjalankan XPM ini adalah sebagai berikut:
  • Windows Virtual PC requires processor capable of hardware virtualization, with AMD-V™ or Intel® VT turned on in the BIOS
  • Supported Operating Systems:  Windows 7 Professional, Windows 7 Ultimate, or Windows 7 Enterprise. ( versi dibawawahnya bisa instal tapi secara manual, lihat di SINI )
  • Hard disk requirement: 2GB for installing Windows XP Mode. (kalo kita menginstall banyak aplikasi maka secara otomatis XPM akan meng-expand virtual HD nya.
Untuk cara instal dan download di SINI