12 November 2009

Aplikasi E-Learning untuk orang buta??


Setiap orang butuh belajar. Banyak cara ang bisa kita lakukan untuk belajar, salah satunya dengan e-learning. Bagi orang normal, e-learning bisa berbentuk visual, audio atau gabungan keduanya yang tentunya sangat mudah digunakan. Namun bagaimana apabila user adalah seorang tuna netra? Bagaimanakah e-learning yang bisa digunakan oleh tuna  netra?

Aplikasi e-learning untuk tuna netra tentunya berbeda dengan orang normal. Kita tidak mungkin menggunakan tampilan visual. Kita harus memanfaatkan kemampuan lain yang dimiliki tuna netra yaitu pendengaran dan perabaan. Kita merubah sesuatu yang bisa dilihat agar bisa didengar atu diraba dan dimengerti oleh user.
Salah satunya yaitu dengan memasukkan software untuk membaca teks atau text-to-speech. Setiap informasi tertulis akan dilisankan sehingga dapat didengar oleh user. Atau jika mungkin bisa dibuat software dan hardware untuk mengubah teks di komputer menjadi huruf braille.
Uuntuk input atau perintah dalam aplikasi kita gunakan kebalikannya, kita menggunakan speech recognition untuk memudahkan user menginput. Alternatif lain adalah di dalam menu menunya kita bisa meniru konsep ‘mesin penanya otomatis’ (saya tidak tau namanya, seperti saat kita menelpon 388 pada indosat dan menggunakan tombol angka untuk menjawab mesin penanya,misal “tekan 1 untuk bahasa indonesia..”  :p) dalam telpon layanan operator seluler. Jadi kita memerlukan beberapa tombol yang mudah diingat dan digunakan user tanpa melihat, bisa berbentuk seperti huruf braille yang bisa diraba.
Dengan aplikasi seperti ini  sangat mungkin bagi tuna netra untuk menikmati e-learning seperti orang normal.

0 komentar:

Posting Komentar